Catatan Lengkap Anuitas | Rumus dan Contoh Soal
Ini adalah catatan - catatan yang kamu butuhkan untuk belajar materi anuitas lengkap dengan contoh soal dan pembahasan.
Contoh dalam kehidupan sehari - hari yang paling mudah diketahui tentang anuitas ini adalah ketika seseorang melakukan pembelian kredit rumah atau kendaraan.
Sayangnya adalah dalam realitanya banyak yang masih salah kaprah tentang yang mana anuitas dan yang mana angsuran (cicilan).
Misal nih kita kredit sebuah kendaraan dengan tiap bulan kita bayarkan Rp. 2.000.000,00 maka orang akan bilang uang tersebut sebagai angsuran kendaraannya.
Padahal yang benar adalah pembayaran tetap tiap bulan senilai Rp. 2.000.000,00 adalah besar anuitas yang wajib ia bayarkan atas transaksi pembelian kendaraannya secara kredit.
Dalam tiap pembayaran anuitas, sebenarnya dalam nilai pembayaran tersebut terdiri atas angsuran dan bunga.
Atau bisa kita tulis sebagai,
A=an+bn
dimana :
A→ anuitas
an→ angsuran(cicilan) ke-n
bn→ besar bunga ke-n
A=M×i1−(1+i)−n
Catatan peling penting disini ketika kita menghitung nilai anuitas adalah kita wajib menyamakan satuan periode bunga dengan periode transaksinya (dalam hari, bulan, tahun, dsb).
an=a1(1+i)n−1
Tapi jika memang angsuran pertama (a1) tidak diketahui atau malah diketahui besar angsuran periode tertentu (periode ke-k) maka kita bisa pakai rumus ini :
an=ak(1+i)n−k
Adakalanya dalam soal malah yang diketahui cuma nilai anuitasnya saja, ngga usah kuatir kita juga tetap bisa menghitung besar angsuran ke-n nya menggunakan rumus :
an=(A−M×1)(1+i)n−1
Sn=bn+1i
Pelan - pelan aja pelajarinnya biar makin paham.
Yang terpenting adalah pahami beberapa rumus yang ada dan sering - sering aja buat latihan mandiri.
Karena biar gimana pun belajar matematika wajib perbanyak latihan soal ya.
Contoh dalam kehidupan sehari - hari yang paling mudah diketahui tentang anuitas ini adalah ketika seseorang melakukan pembelian kredit rumah atau kendaraan.
Sayangnya adalah dalam realitanya banyak yang masih salah kaprah tentang yang mana anuitas dan yang mana angsuran (cicilan).
Misal nih kita kredit sebuah kendaraan dengan tiap bulan kita bayarkan Rp. 2.000.000,00 maka orang akan bilang uang tersebut sebagai angsuran kendaraannya.
Padahal yang benar adalah pembayaran tetap tiap bulan senilai Rp. 2.000.000,00 adalah besar anuitas yang wajib ia bayarkan atas transaksi pembelian kendaraannya secara kredit.
Pengertian Anuitas
Dalam hitung keuangan anuitas merupakan serangkaian pembayaran yang jumlahnya tetap dan dibayarkan setiap periode tertentu.Dalam tiap pembayaran anuitas, sebenarnya dalam nilai pembayaran tersebut terdiri atas angsuran dan bunga.
Atau bisa kita tulis sebagai,
A=an+bn
dimana :
A→ anuitas
an→ angsuran(cicilan) ke-n
bn→ besar bunga ke-n
Rumus Menghitung Anuitas
Rumus yang digunakan untuk menghitung besar anuitas dari sebuah pinjaman sebesar M dengan bunga i % dalam n periode adalah :A=M×i1−(1+i)−n
Catatan peling penting disini ketika kita menghitung nilai anuitas adalah kita wajib menyamakan satuan periode bunga dengan periode transaksinya (dalam hari, bulan, tahun, dsb).
Rumus Menghitung Angsuran ke-n
Untuk menghitung besar angsuran ke-n dalam transaksi menggunakan konsep anuitas kita bisa pakai rumus di bawah ini :an=a1(1+i)n−1
Tapi jika memang angsuran pertama (a1) tidak diketahui atau malah diketahui besar angsuran periode tertentu (periode ke-k) maka kita bisa pakai rumus ini :
an=ak(1+i)n−k
Adakalanya dalam soal malah yang diketahui cuma nilai anuitasnya saja, ngga usah kuatir kita juga tetap bisa menghitung besar angsuran ke-n nya menggunakan rumus :
an=(A−M×1)(1+i)n−1
Rumus Menghitung Sisa Pinjaman ke-n
Besar sisa pinjaman ke-n setelah serangkaian pembayaran anuitas bisa kita hitung menggunakan rumus di bawah ini :Sn=bn+1i
Contoh Soal Anuitas dan Pembahasan
Biar makin paham tentang anuitas, simak kumpulan contoh soal dan pembahasan berikut ya.Pelan - pelan aja pelajarinnya biar makin paham.
Contoh Soal No.1
Suatu pinjaman akan dilunasi dengan anuitas tiap periode ke-n sebesar Rp. 500.000,00. Jika besar bunga pada periode ke-6 adalah Rp. 237.600,00 maka besar angsuran keenam adalah ...
(A). Rp. 432.400,00(B). Rp. 367.200,00(C). Rp. 296.000,00(D). Rp. 262.400,00(E). Rp. 183.500,00
Suatu pinjaman akan dilunasi dengan anuitas tiap periode ke-n sebesar Rp. 500.000,00. Jika besar bunga pada periode ke-6 adalah Rp. 237.600,00 maka besar angsuran keenam adalah ...
(A). Rp. 432.400,00(B). Rp. 367.200,00(C). Rp. 296.000,00(D). Rp. 262.400,00(E). Rp. 183.500,00
an=A−bna6=A−b6=500.000−237.600=262.400
Jadi, pilihan jawaban yang BENAR adalah (D). Rp. 262.400,00.
Jadi, pilihan jawaban yang BENAR adalah (D). Rp. 262.400,00.
Contoh Soal No.2
Bu Endang meminjam uang sebesar Rp. 15.000.000,00 dengan suku bunga 1,5 % per bulan selama satu tahun. Nilai anuitas dari pinjaman tersebut adalah ...
(A). Rp. 946.305,62(B). Rp. 1.112.233,45(C). Rp. 1.375.199,89(D). Rp. 1.464.289,32(E). Rp. 1.598.112,76
Bu Endang meminjam uang sebesar Rp. 15.000.000,00 dengan suku bunga 1,5 % per bulan selama satu tahun. Nilai anuitas dari pinjaman tersebut adalah ...
(A). Rp. 946.305,62(B). Rp. 1.112.233,45(C). Rp. 1.375.199,89(D). Rp. 1.464.289,32(E). Rp. 1.598.112,76
M=15.000.000
i=1,5 %=0,015 perbulan
n=1 tahun =12 bulan
A=M×i1−(1+i)−n=15.000.000×0,0151−(1+0,015)−12=225.0000,163612578=1.375.199,89
Jadi, pilihan jawaban yang BENAR adalah (C). Rp. 1.375.199,89.
i=1,5 %=0,015 perbulan
n=1 tahun =12 bulan
A=M×i1−(1+i)−n=15.000.000×0,0151−(1+0,015)−12=225.0000,163612578=1.375.199,89
Jadi, pilihan jawaban yang BENAR adalah (C). Rp. 1.375.199,89.
Contoh Soal No.3
Sebuah pinjaman sebesar Rp. 23.400.000,00 akan dilunasi dengan anuitas bulanan dengan suku bunga 12 % per tahun. Besar bunga pada angsuran pertama adalah ...
(A). Rp. 134.000,00(B). Rp. 143.000,00(C). Rp. 234.000,00(D). Rp. 324.000,00(E). Rp. 423.000,00
Sebuah pinjaman sebesar Rp. 23.400.000,00 akan dilunasi dengan anuitas bulanan dengan suku bunga 12 % per tahun. Besar bunga pada angsuran pertama adalah ...
(A). Rp. 134.000,00(B). Rp. 143.000,00(C). Rp. 234.000,00(D). Rp. 324.000,00(E). Rp. 423.000,00
Karena akan dilunasi dengan sistem anuitas bulanan, maka yang petama perlu kita hitung adalah rate bunga per bulan.
i=12 %12 bulan=1 % per bulan
Sehingga besar bunga pada angsuran pertama adalah
b1=M×i=23.400.000×0,01=234.000
Jadi, pilihan jawaban yang BENAR adalah (C). Rp. 234.000.
i=12 %12 bulan=1 % per bulan
Sehingga besar bunga pada angsuran pertama adalah
b1=M×i=23.400.000×0,01=234.000
Jadi, pilihan jawaban yang BENAR adalah (C). Rp. 234.000.
Contoh Soal No.4
Sebuah pinjaman akan dilunasi dengan sistem anuitas. Jika besar bunga periode pertama sebesar Rp. 400.000,00 dan suku bunga yang diterapkan 2 % per bulan maka nilai total pinjamannya adalah ...
(A). Rp. 20.000.000,00(B). Rp. 17.500.000,00(C). Rp. 16.000.000,00(D). Rp. 12.000.000,00(E). Rp. 10.200.000,00
Sebuah pinjaman akan dilunasi dengan sistem anuitas. Jika besar bunga periode pertama sebesar Rp. 400.000,00 dan suku bunga yang diterapkan 2 % per bulan maka nilai total pinjamannya adalah ...
(A). Rp. 20.000.000,00(B). Rp. 17.500.000,00(C). Rp. 16.000.000,00(D). Rp. 12.000.000,00(E). Rp. 10.200.000,00
b1=M×iM=b1i=400.0000,02=20.000.000
Jadi, pilihan jawaban yang BENAR adalah (A). Rp. 20.000.000,00.
Jadi, pilihan jawaban yang BENAR adalah (A). Rp. 20.000.000,00.
Contoh Soal No.5
Seseorang meminjam uang di koperasi sebesar Rp. 200.000,00. Pinjaman ini akan dilunasi dengan anuitas sebesar Rp. 28.491,28 dan suku bunganya 3 % per bulan. Besar angsuran kelima adalah ...
(A). Rp. 19.114,13(B). Rp. 21.344,13(C). Rp. 23.512,13(D). Rp. 24.667,13(E). Rp. 25.314,13
Seseorang meminjam uang di koperasi sebesar Rp. 200.000,00. Pinjaman ini akan dilunasi dengan anuitas sebesar Rp. 28.491,28 dan suku bunganya 3 % per bulan. Besar angsuran kelima adalah ...
(A). Rp. 19.114,13(B). Rp. 21.344,13(C). Rp. 23.512,13(D). Rp. 24.667,13(E). Rp. 25.314,13
b1=M×i=200.000×0,03=6.000
Sehingga,
a1=A−b1=28.491,28−6.000=22.491,28
Dengan demikian,
a5=a1(1+i)5−1=22.491,28(1+0,03)4=25.314,13
Jadi, pilihan jawaban yang BENAR adalah (E). Rp. 25.314,13.
Sehingga,
a1=A−b1=28.491,28−6.000=22.491,28
Dengan demikian,
a5=a1(1+i)5−1=22.491,28(1+0,03)4=25.314,13
Jadi, pilihan jawaban yang BENAR adalah (E). Rp. 25.314,13.
Contoh Soal No.6
Sebuah pinjaman sebesar Rp. 100.000.000,00 akan dilunasi dengan anuitas tahunan sebesar Rp. 18.067.438,00 dan suku bunganya 6 % per tahun. Selisih besar angsuran kelima dan keempat adalah ...
(A). Rp. 862.350,70(B). Rp. 834.654,70(C). Rp. 817.400,70(D). Rp. 850.440,70(E). Rp. 846.175,70
Sebuah pinjaman sebesar Rp. 100.000.000,00 akan dilunasi dengan anuitas tahunan sebesar Rp. 18.067.438,00 dan suku bunganya 6 % per tahun. Selisih besar angsuran kelima dan keempat adalah ...
(A). Rp. 862.350,70(B). Rp. 834.654,70(C). Rp. 817.400,70(D). Rp. 850.440,70(E). Rp. 846.175,70
Buat nyelesein soal di atas, kita bisa pakai rumus
an=(A−M×i)(1+i)n−1
Sehingga,
a4=(18.067.438−100.000.000×0,06)(1+0,06)4−1=(18.067.438−6.000.000)(1,06)3=14.372.511,74
Kita hitung juga angsuran kelima nya
a5=(18.067.438−100.000.000×0,06)(1+0,06)5−1=(18.067.438−6.000.000)(1,06)4=15.234.862,44
Selisih angsuran kelima dan keempat adalah
=15.234.862,44−14.372.511,74=862.350,70
Jadi, jawaban yang BENAR adalah (A). Rp. 862.350,70
an=(A−M×i)(1+i)n−1
Sehingga,
a4=(18.067.438−100.000.000×0,06)(1+0,06)4−1=(18.067.438−6.000.000)(1,06)3=14.372.511,74
Kita hitung juga angsuran kelima nya
a5=(18.067.438−100.000.000×0,06)(1+0,06)5−1=(18.067.438−6.000.000)(1,06)4=15.234.862,44
Selisih angsuran kelima dan keempat adalah
=15.234.862,44−14.372.511,74=862.350,70
Jadi, jawaban yang BENAR adalah (A). Rp. 862.350,70
Contoh Soal No.7
Hutang sebesar Rp. 50.000,00 akan dilunasi dengan anuitas sebesar Rp. 12.500,00 pada tiap akhir bulan dengan suku bunga 5 % per bulan. Sisa hutang pada akhir bulan kedua adalah ...
(A). Rp. 25.000,00(B). Rp. 25.600,00(C). Rp. 26.000,00(D). Rp. 29.500,00(E). Rp. 32.500,00
Hutang sebesar Rp. 50.000,00 akan dilunasi dengan anuitas sebesar Rp. 12.500,00 pada tiap akhir bulan dengan suku bunga 5 % per bulan. Sisa hutang pada akhir bulan kedua adalah ...
(A). Rp. 25.000,00(B). Rp. 25.600,00(C). Rp. 26.000,00(D). Rp. 29.500,00(E). Rp. 32.500,00
Buat hitung sisa pinjaman ke-n kita bisa pakai rumus
Sn=bn+1i
Karena yang dicari adalah sisa pada akhir bulan kedua (S2) maka kita butuh besar dari bunga ketiga (b2+1).
Sehingga ,
a3=(12.500−50.000×0,05)(1+0,05)3−1=(12.500−2.500)(1,05)2=11.025
b3=A−a3=12.500−11.025=1.475
Dengan demikian,
S2=b3i=1.4750,05=29.500
Jadi, jawaban yang BENAR adalah (D). Rp. 29.500,00
Sn=bn+1i
Karena yang dicari adalah sisa pada akhir bulan kedua (S2) maka kita butuh besar dari bunga ketiga (b2+1).
Sehingga ,
a3=(12.500−50.000×0,05)(1+0,05)3−1=(12.500−2.500)(1,05)2=11.025
b3=A−a3=12.500−11.025=1.475
Dengan demikian,
S2=b3i=1.4750,05=29.500
Jadi, jawaban yang BENAR adalah (D). Rp. 29.500,00
Contoh Soal No.8
Sebuah mobil dengan harga Rp. 130.000.000,00 dibeli dengan pembayaran dimuka cash Rp. 50.000.000,00 dan sisanya akan dilunasi dengan 24 anuitas bulanan dengan bunga 0,8 % per bulan. Besar anuitas bulanannya adalah ...
(A). Rp. 3.676.842,01(B). Rp. 3.776.842,01(C). Rp. 3.876.842,01(D). Rp. 3.976.842,01(E). Rp. 4.076.842,01
Sebuah mobil dengan harga Rp. 130.000.000,00 dibeli dengan pembayaran dimuka cash Rp. 50.000.000,00 dan sisanya akan dilunasi dengan 24 anuitas bulanan dengan bunga 0,8 % per bulan. Besar anuitas bulanannya adalah ...
(A). Rp. 3.676.842,01(B). Rp. 3.776.842,01(C). Rp. 3.876.842,01(D). Rp. 3.976.842,01(E). Rp. 4.076.842,01
Sisa pembayaran pembelian mobil setelah dikurangi dengan uang muka,
=130.000.000−50.000.000=80.000.000
Maka besar anuitas perbulan yang dimaksud adalah
A=M×i1−(1+i)−n=80.000.000×0,0081−(1+0,008)−24=640.0000,174062415=3.676.842,01
Jadi, jawaban yang BENAR adalah (A). Rp. 3.676.842,01
=130.000.000−50.000.000=80.000.000
Maka besar anuitas perbulan yang dimaksud adalah
A=M×i1−(1+i)−n=80.000.000×0,0081−(1+0,008)−24=640.0000,174062415=3.676.842,01
Jadi, jawaban yang BENAR adalah (A). Rp. 3.676.842,01
Contoh Soal No.9
Pak Andi beli rumah dengan sistem anuitas bulanan Rp. 5.670.000,00. Jika besar angsuran ketiganya sebesar Rp. 2.554.600,00 maka besar bunga pada periode ketiganya adalah ...
(A). Rp. 3.560.400,00(B). Rp. 3.463.400,00(C). Rp. 3.372.400,00(D). Rp. 3.255.400,00(E). Rp. 3.115.400,00
Pak Andi beli rumah dengan sistem anuitas bulanan Rp. 5.670.000,00. Jika besar angsuran ketiganya sebesar Rp. 2.554.600,00 maka besar bunga pada periode ketiganya adalah ...
(A). Rp. 3.560.400,00(B). Rp. 3.463.400,00(C). Rp. 3.372.400,00(D). Rp. 3.255.400,00(E). Rp. 3.115.400,00
b3=A−a3=5.670.000−2.554.600=3.115.400
Jadi, jawaban yang BENAR adalah (E). Rp. 3.115.400,00
Jadi, jawaban yang BENAR adalah (E). Rp. 3.115.400,00
Contoh Soal No.10
Sebuah pinjaman sebesar Rp. 2.000.000,00 akan dilunasi dengan 10 anuitas yang dibayar tiap bulan dengan suku bunga 2 % per bulan. Besar anuitas dalam rupiah dapat dinyatakan dengan ...
(A). 400.0001−(1,02)−10(B). 400.0001−(1,02)−9(C). 200.0001−(1,02)10(D). 20.0001−(1,02)9(E). 40.0001−(1,02)−10
Sebuah pinjaman sebesar Rp. 2.000.000,00 akan dilunasi dengan 10 anuitas yang dibayar tiap bulan dengan suku bunga 2 % per bulan. Besar anuitas dalam rupiah dapat dinyatakan dengan ...
(A). 400.0001−(1,02)−10(B). 400.0001−(1,02)−9(C). 200.0001−(1,02)10(D). 20.0001−(1,02)9(E). 40.0001−(1,02)−10
A=M×i1−(1+i)−n=2.000.000×0,021−(1+0,02)−10=40.0001−(1,02)−10
Jadi, jawaban yang BENAR adalah (E). 40.0001−(1,02)−10
Jadi, jawaban yang BENAR adalah (E). 40.0001−(1,02)−10
Contoh Soal No.11
Pak Joni berencana membeli sebuah rumah seharga Rp. 632.000.000,00. Namun karena uangnya tidak cukup maka dibeli sistem anuitas dengan pembayaran dimuka cash Rp. 50.000.000,00 dan sisanya akan dilunasi dengan 24 anuitas bulanan dengan bunga 0,8 % per bulan. Besar anuitas bulanannya adalah ...
(A). Rp. 24.479.025,63(B). Rp. 26.749.025,63(C). Rp. 26.479.025,63(D). Rp. 27.974.025,63(E). Rp. 27.794.025,63
Pak Joni berencana membeli sebuah rumah seharga Rp. 632.000.000,00. Namun karena uangnya tidak cukup maka dibeli sistem anuitas dengan pembayaran dimuka cash Rp. 50.000.000,00 dan sisanya akan dilunasi dengan 24 anuitas bulanan dengan bunga 0,8 % per bulan. Besar anuitas bulanannya adalah ...
(A). Rp. 24.479.025,63(B). Rp. 26.749.025,63(C). Rp. 26.479.025,63(D). Rp. 27.974.025,63(E). Rp. 27.794.025,63
M=632.000.000−50.000.000=582.000.000A=M×i1−(1+i)−n=582.000.000×0,0081−(1+0,008)−24=4.656.0001−(1,008)−24=4.656.0000,174062415=26.749.025,63
Jadi, jawaban yang BENAR adalah (B). Rp. 26.749.025,63
Jadi, jawaban yang BENAR adalah (B). Rp. 26.749.025,63
Contoh Soal No.12
Pinjaman sebesar Rp. 850.000.000,00 yang harus dilunasi dengan 6 anuitas jika dasar bunga 4% perbulan dan pembayaran pertama dilakukan setelah sebulan. Sisa utang pada akhir bulan kelima sebesar ...
(A). Rp. 128.147.620,50(B). Rp. 144.148.640,30(C). Rp. 155.911.170,50(D). Rp. 158.911.170,30(E). Rp. 185.911.170,40
Pinjaman sebesar Rp. 850.000.000,00 yang harus dilunasi dengan 6 anuitas jika dasar bunga 4% perbulan dan pembayaran pertama dilakukan setelah sebulan. Sisa utang pada akhir bulan kelima sebesar ...
(A). Rp. 128.147.620,50(B). Rp. 144.148.640,30(C). Rp. 155.911.170,50(D). Rp. 158.911.170,30(E). Rp. 185.911.170,40
A=M×i1−(1+i)−n=850.000.000×0,041−(1+0,04)−6=34.000.0001−(1,04)−6=34.000.0000,209685474=162.147.617,3an=(A−M×i)(1+i)n−1a6=(162.147.617,3−34.000.000)(1,04)6−1=155.911.170,5
Jadi, jawaban yang BENAR adalah (C). Rp. 155.911.170,50
Jadi, jawaban yang BENAR adalah (C). Rp. 155.911.170,50
Contoh Soal No.13
Pinjaman sebesar Rp. 100.000,00 akan dilunasi dengan anuitas Rp. 15.000,00 tiap akhir tahun. Suku bunga 5% setahun. Besar angsuran kedua adalah ...
(A). Rp. 10.500,00(B). Rp. 11.025,00(C). Rp. 11.576,00(D). Rp. 12.500,00(E). Rp. 21.000,00
Pinjaman sebesar Rp. 100.000,00 akan dilunasi dengan anuitas Rp. 15.000,00 tiap akhir tahun. Suku bunga 5% setahun. Besar angsuran kedua adalah ...
(A). Rp. 10.500,00(B). Rp. 11.025,00(C). Rp. 11.576,00(D). Rp. 12.500,00(E). Rp. 21.000,00
b1=M×i=100.000×0,05=5.000a1=A−b1=15.000−5.000=10.000a2=a1(1+i)2−1=10.000(1,05)1=10.500
Jadi, pilihan jawaban yang BENAR adalah (A). Rp. 10.500,00.
Jadi, pilihan jawaban yang BENAR adalah (A). Rp. 10.500,00.
Contoh Soal No.14
Sebuah pinjaman sebesar Rp. 20.000.000,00 akan dilunasi secara anuitas tahunan sebesar Rp. 4.000.000,00. Jika suku bunga 5% pertahun, besar angsuran ketiga adalah ...
(A). Rp. 2.907.500,00(B). Rp. 3.007.500,00(C). Rp. 3.107.500,00(D). Rp. 3.207.500,00(E). Rp. 3.307.500,00
Sebuah pinjaman sebesar Rp. 20.000.000,00 akan dilunasi secara anuitas tahunan sebesar Rp. 4.000.000,00. Jika suku bunga 5% pertahun, besar angsuran ketiga adalah ...
(A). Rp. 2.907.500,00(B). Rp. 3.007.500,00(C). Rp. 3.107.500,00(D). Rp. 3.207.500,00(E). Rp. 3.307.500,00
b1=M×i=20.000.000×0,05=1.000.000a1=A−b1=4.000.000−1.000.000=3.000.000a3=a1(1+i)3−1=3.000.000(1,05)2=3.307.500
Jadi, pilihan jawaban yang BENAR adalah (E). Rp. 3.307.500,00.
Jadi, pilihan jawaban yang BENAR adalah (E). Rp. 3.307.500,00.
Contoh Soal No.15
Pinjaman Rp. 200.000,00 dilunasi dengan cara anuitas Rp. 43.263,08 per tahun dengan bunga 8%. Bunga angsuran ke-6 adalah ...
(A). (0,02)4×Rp. 59.262,08(B). (0,02)5×Rp. 50.263,08(C). (1,08)4×Rp. 27.263,08(D). (1,08)5×Rp. 27.263,08(E). (1,08)6×Rp. 27.263,08
Pinjaman Rp. 200.000,00 dilunasi dengan cara anuitas Rp. 43.263,08 per tahun dengan bunga 8%. Bunga angsuran ke-6 adalah ...
(A). (0,02)4×Rp. 59.262,08(B). (0,02)5×Rp. 50.263,08(C). (1,08)4×Rp. 27.263,08(D). (1,08)5×Rp. 27.263,08(E). (1,08)6×Rp. 27.263,08
b1=M×i=200.000×0,08=16.000a1=A−b1=43.263,08−16.000=27.263,08a6=a1(1+i)6−1=27.263,08(1,08)5
Jadi, pilihan jawaban yang BENAR adalah (D). (1,08)5×Rp. 27.263,08.
Jadi, pilihan jawaban yang BENAR adalah (D). (1,08)5×Rp. 27.263,08.
Penutup
Nah sahabat kreatif, materi anuitas itu sebenarnya mudah bukan?!?Yang terpenting adalah pahami beberapa rumus yang ada dan sering - sering aja buat latihan mandiri.
Karena biar gimana pun belajar matematika wajib perbanyak latihan soal ya.
Jangan lupa untuk share ke sahabat atau teman - teman jika pembahasan ini bermanfaat.
Selamat Belajar !
"Saya telah gagal berulang kali dalam hidup saya. Dan itulah mengapa saya berhasil." – Michael Jordan